Ambon, 21 Juli 2007
Naskah : Halid Sabban, Radio Baku Bae – Ambon
Perkumpulan Fotografer Maluku (PerformA) sebagai satu wadah berhimpunnya para pencinta dan peminat seni fotografi di Maluku, berencana akan menggelar workshop tentang fotografi dan pameran foto yang merupakan hasil rekaman kamera para anggota organisasi ini.
Ketua PerformA Zairin Salampessy mengatakan, workshop yang dibuka untuk siswa dan kalangan umum ini akan berlangsung selama 3 hari, yakni dari Jumat 27 Juli sampai Minggu 29 Juli mendatang. Sedangkan pameran foto dengan tema “Maluku Dalam Bingkai” akan berlangsung pada 17 – 25 Agustus 2007.
Kedua even ini digelar bertujuan, selain untuk memperkenalkan organisasi fotografi yang telah terbentuk di Maluku kepada masyarakat, juga dalam rangka menyambut hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia ke-62 (17 Agustus) sekaligus HUT Provinsi Maluku ke-62 (18 Agustus) serta HUT Kota Ambon ke-431 (7 September) mendatang.
“Sebuah foto yang terekam dengan baik, akan menyampaikan sejuta makna dan rasa bagi penikmatnya. Bahkan bagi orang awam sekali pun, tanpa diperlukan banyak kata-kata yang indah,” ujar Zairin.
Khusus mengenai workshop fotografi, akan dihadirikan dua orang fotografer profesional sebagai instruktur yakni M. Hartono dan Ucok P. Harahap dengan materi Dasar-dasar Fotografi dan Landscape Fotografi.
M. Hartono sendiri adalah fotografer dari Canon Photo Club Indonesia dan pemilik Picco Studio di Jakarta. Dia memiliki banyak pengalaman menggelar event workshop, hunting (berburu) foto dan pameran foto di Jakarta. Hasil karyanya dapat dilihat di situs www.piccollection.com dan di situs mhartono.fotografer.or.id dari situs utama www.fotografer.net.
Sedangkan Ucok P. Harahap, fotografer yang juga dari Canon Photo Club Indonesia, dan berpengalaman pula menggelar kegiatan workshop dan pameran fotografi di Jakarta. Ucok dan rekan-rekannya baru saja sukses menggelar pameran 1000 Foto di Museum Bank Mandiri Jakarta, yang diikuti ratusan fotografer tanah air, pada 16 Januari hingga 18 Februari 2007 lalu. Hasil karyanya dapat dilihat di situs www.photohunter.com Dia juga terlibat sebagai moderator di situs fotografer.net yang merupakan wadah berhimpunnya para fotografer Indonesia baik di dalam maupun di luar negeri.
Sedangkan event pameran foto “Maluku Dalam Bingkai”, selain menampilkan hasil karya para fotografer yang terhimpun dalam PerformA, yang mereka perkembangan pembangunan di Maluku serta keindahan alamnya, juga akan memamerkan hasil-hasil karya terbaik para peserta workshop.
Salampessy yang didampingi Tahir Karepesina selaku Koordinator Panitia Pelaksana menegaskan, untuk menghasilkan foto yang indah diperlukan usaha keras. Memang, untuk menjadi fotografer yang baik, seseorang paling tidak harus menguasai berbagai teknik fotografi. Yang menjadi dasar adalah terampil dan cekatan mengendalikan atau mengoperasikan kamera.
Selain itu, fotografer juga harus menguasai berbagai ilmu yang berkaitan erat dengan dunia fotografi, misalnya komposisi dan tata cahaya, di samping selera seni yang baik juga menunjang keberhasilan fotografer.
“Tetapi masih saja, banyak orang kecewa karena ternyata mengabadikan setiap peristiwa dalam kehidupannya, tak selalu memuaskan. Selalu saja ada yang bertanya, ‘Kenapa foto jepretannya jelek?’ Sementara itu tidak semua momen bisa terabadikan di studio foto,” ujar keduanya.
Padahal hampir semua keluarga tidak akan melewati tahapan atau peristiwa yang membahagiakan, menyenangkan, menegangkan, bahkan mengharukan atau menyedihkan dalam hidup mereka tanpa kenangan. Melalui foto-foto, kenangan demi kenangan dalam diri setiap orang terabadikan. Kenangan itu berharga dan akan terus menjadi saksi kehidupan.
Menurut Zairin, dengan kamera apa pun yang dimiliki, hasil jepretan seseorang bisa menimbulkan kekaguman. Tidak hanya sebagai foto dokumen keluarga yang menghiasi dinding ruangan, tetapi juga sebagai karya foto yang artistik. Agar bisa seperti itu, tentunya dibutuhkan tips memotret dengan mudah dan benar. Mulai dari dasar-dasar fotografi hingga menghasilkan foto pemandangan (landscape) yang indah. “Semua ilmu itulah yang akan kami bagikan dalam workshop nanti,” terangnya.
Hapus Image
Khusus Pameran, diharapkan akan mampu menghapus image Kota Ambon dan Maluku pada umumnya yang baru terlepas dari konflik sosial sejak 1999 lalu, sebagai daerah rusuh dan tidak aman seperti yang diberitakan selama ini.
“Teman-teman ingin mengembalikan citra Maluku dan Ambon sebagai daerah yang aman dan damai, serta indah untuk dikunjungi siapa pun termasuk para wisatawan mancanegara, melalui hasil jepretan para fotografer yang ada di daerah ini,” ujar anggota PerformA lainnya, Jacky Manuputty.
Senada dengan Jacky, anggota PerformA lainnya, Lutfi Heluth mengingatkan, Maluku dalam catatan sejarah dikenal dunia sebagai “The Spice Island” atau daerah kepulauan yang kaya akan rempah-rempah dan keindahan alamnya. Bahkan Ibukota Provinsi Maluku, Kota Ambon, punya julukan indah “Ambon Manise” dan terkenal ke Manca Negara. Para wisatawan pun berbondong-bondong datang. “Semua pihak harus bahu-membahu untuk mengembalikan citra Maluku dan Ambon ini termasuk kalangan pencinta dan peminat fotografi,” kata Heluth.
PerformA sendiri merupakan sebuah wadah berhimpun para fotografer maupun penggemar fotografi di Maluku dari berbagai kalangan. Organisasi ini mulai digagas pendiriannya 10 Juni 2007 lalu oleh beberapa orang pencinta seni foto yang ada di Ambon diantaranya Zairin Salampessy (Ketua), Jimmy Ayal (Sekretaris), Hamid Assagaf (Bendahara), Tahir Karepesina (Divisi Event), Lutfi Heluth (Divisi Diklat) serta Achmad Zaki, Halid Sabban, Izak Tulalessy, Jacky Manuputty, James Abrahamz, Tiara Melinda Andhianny, Jhon Soegijono dan Josie Linansera.
“Diharapkan berbagai kalangan dapat bergabung bersama dalam wadah ini, sehingga bisa saling tukar pengetahuan dan pengalaman di bidang fotografi.,” ujar Jimmy Ayal, seraya menambahkan keanggotaan PerformA terbuka untuk umum, baik pemilik kamera digital maupun analog. Mulai dari kamera pocket (saku), prosumer maupun SLR. Serta berasal dari mereka yang berprofesi sebagai fotografer, pe-hobby maupun penikmat foto. (****)
